DOHC bukan segalanya lihat saja ini buktinya

DOHC bukan segalanya lihat saja ini buktinya

DOHC bukan segalanya lihat saja ini buktinya

Otoclash.com (25/01/2017) Geleng – geleng sekarang isinya baca blog dan media social isinya saling menghujat, hanya dengan bermodalkan ego. Kita boleh saja merasa paling benar tapi ingatlah semua di dunia ini tidak ada yang sempurna, hahahahaha intermezo guys biar gak slek. Kali ini mimin akan sharing mengenai DOHC bukan segalanya lihat saja ini buktinya. Ini bukan pembenaran namun sedikit pencerahan supaya mindset kita semua tidak terpaku hanya mendewakan suatu teknologi.

Sebelum masuk artikel mimin ingin sampaikan terimakasih kepada sobat mimin kang CICAKKREATIP.COM dan PERMANATRIAZ.COM yang sudah memberikan izin gambar dan memberi inspirasi.

Baca juga:

Setelah All New R15 2017 launching kemaren banyak sekali perdebatan, seolah masih ada rasa kurang puas. Salah satunya terkait sistem DOHC vs SOHC, bagi para fans Yamaha yang sudah tercuci otaknya dengan ejekan bahwa DOHC lebih baik dari SOHC akan berfikir “kenapa Yamaha masih mempertahankan SOHC”. Namun bagi sebagian yang lain tidak mempermasalahkan karena mungkin bisa berfikir bahwa DOHC bukan segalanya.

Spesifikasi dan Warna All New R15 2017
Spesifikasi dan Warna All New R15 2017

Pada dasarnya DOHC dan SOHC pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun bagi pecinta kecepatan akan merasakan DOHC memang lebih baik. Namun setelah Yamaha resmi merilis spesifikasi All New R15 kemaren dengan masih SOHC ada yang sangat mengejutkan, yaitu POWER & TORSI nya bisa mengalahkan kompetitornya.

Komparasi

All New Honda CBR 150R

Mesin: DOHC Overstroke
Power: 12.6 KW
Torsi: 13.7 Nm
Sumber:Klik disini


Suzuki GSX-R150

Mesin: DOHC Overbore
Power: 14.1 KW
Torsi: 14.0 Nm
Sumber:Klik Disini


All New R15 2017

Mesin: SOHC 4 Valve VVA
Power: 14.2 KW
Torsi: 14.7 Nm
Sumber: Klik Disini

Dari spesifikasi di atas tampak perubahan besar pada All New R15, hal yang menarik dan baru adalah diaplikasikan satu teknologi yakni VVA (Variable Valve Actuation). Memang VVA bukan satu-satunya faktor yang membuat Power dan Torsi yang baby R6 naik drastis, namun teori yang mimin akan share semoga menjadi gambaran betapa dampak VVA cukup besar bagi performa maupun efisiensi bahan bakar.

Kalo boleh jujur dan tidak ada niatan menghakimi suatu produk, mimin ingin bilang sob “Orak ono jenenge DOHC konfensional iso IRIT tinimbang SOHC”…….. hahahaha lego rek rasane curhat neng blog. Kembali ke topik yah, kenapa sih VVA bisa berdampak pada Performa dan Efisiensi bahan bakar silahkan sobat lihat itungan teoritis rumus VALVE LIFT dan LUAS AREA EFEKTIF SISTEM PEMASUKAN yang mimin share. (*hanya bagi yang paham, seng rak paham sinahu sek)

rumusan VVA HD
rumusan VVA HD

Memang perhitungan di atas mimin baru merujuk pada spesifikasi R15 lama, namun dengan hanya tambahan VVA pada sistem pemasukan kita bisa lihat antara kebutuhan RPM bawah dan Menegah Atas semua bisa diatur oleh piranti VVA.

Cara kerja VVA

SOHC VVA
SOHC VVA by CicakKreatip

Sistem kerjanya sederhana kok, pada saat RPM rendah maka selenoid VVA belum aktif sehingga Rocker Arm yang berfungsi hanya pada bagian tonjolan NOK Camshaft settingan bawah. Namun pada saat (+-)7000 Rpm ECU akan meberikan perintah kepada selenoid VVA untuk mengaktifkan Rocker Arm pada tonjolan NOK Camshaft settingan atas yang profil Camshaft Durasi dan Angkatan Klep lebih besar.

Dengan mengoptimalkan luas area efektif pemasukan bahan bakar sudah pasti kebutuhan makan mesin akan lebih maksimal namun tetap irit karena tidak aktif terus sesuai kebutuhan pengendara yang diatur oleh sistem komputerisasi.

Last bagi mimin langkah Yamaha dengan tidak ikut terbawa isu DOHC sangat tepat karena mempertimbangkan SOHC lebih sederhana, tidak susah perawatannya dan efisien bertenaga.

Bagikan Tanggapan Anda di Sini